Review of Communist Manifesto

Obamanism

Manifesto Partai Komunis atau yang dengan sebutannya Communist Manifesto adalah tulisan tulisan dari buah pemikiran Hagel dan Marx atas permintaan dari Liga Komunis yang mana tujuan dari penulisannya adalah sebagai media untuk mempropagandakan dan juga mengenalkan prinsip prinsip komunisme, dan mengkritik kapitalisme sebagai sebuah alat kaum borjuis untuk mengeksploitasi kaum proletariat serta ajakan bagi para kaum proletar untuk segera bersatu untuk melakukan revolusi untuk menerapkan sosialisme dengan tujuan untuk menghapuskan kelas kelas yang ada di dunia ini.

Tulisan tulisan pamflet yang akhirnya diterbitkan dalam bentuk buku ke berbagai bahasa ini, diawali dengan pembahasan bahwa sepanjang sejarah manusia, selalu saja dipenuhi dengan konflik antar kelas yang selalu berulang, yang mana sering dikutip oleh berbagai pembaca dari buku ini, “The history of all hitherto existing society is the history of class struggles” . Konflik antar kelas terus terjadi sepanjang putaran roda sejarah, konflik antara penindas dan orang-orang yang ditindas, antara kelas mayoritas dengan kelas minoritas, sepanjang sejarah konflik terus terjadi dan biasanya diakhiri dengan sebuah revolusi yang mengubah baik tatanan sosial maupun juga tatanan ekonomi dan moda produksi, seperti konflik di awal-awal zaman pertengahan antara feudal lord dan vassal yang lalu melahirnkan konflik antara guild dan journeymen lalu melahirkan konflik antara kelas manufacter dan manufacturing yang akhirnya membawa pada kondisi saat ini antara kaum borjuis dan proletar.

Sebuah revolusi terjadi biasanya juga dikarenakan adanya perubahan pada moda produksinya, ketika industri yang dimonopoli oleh kaum feodal tidak mampu lagi untuk memeneuhi kebutuhan pasar yang meningkat, para kelas feodal akhirnya tersingkirkan oleh kaum manufaktur yang pembagian kerjanya dilakukan perpabrik bukan lagi perguild, lalu permintaan yang semakin besarpun akhirnya harus memaksa para manufaktur untuk menggunakan mesin -mesin, sehingga orang-orang yang berada dikelas menengah manufaktur ini digantikan oleh orang-orang yang berada pada kelas milliuner yang memiliki modal besar untuk membuat industri industri modern yang mana orang-orang ini yang dikenal sebagai bagian dari golongan borjuis saat ini. Setelah berbagai revolusi yang terjadi Marx dan Engel berpendapat bahwa kapitalisme telah membawa kondisi dimana revolusi sosialisme bisa terjadi, dimana setelah ini revolusi yang akan terjadi adalah revolusi oleh kaum mayoritas, kaum proletariat yang berada dibawah penindasan kaum borjuis dengan sistem kapitalismenya. revolusi sosialisme sebagai revolusi setelah kapitalisme menurut Marx akan menghapuskan kelas, karena tidak ada lagi kelas dibawah kelas kaum proletar, sehingga konflik antar kelas bisa diselesaikan dan kondisi harmonis bisa terjadi.

Dalam buku ini, Marx dan Engel melihat revolusi kaum borjuis sebagai suatu hal yang fenomenal namun menyimpan pula resiko yang besar dikemudian hari. Marx memuji kapitalisme sebagai akselerator dari kehidupan modern, dimana kota kota bertumbuhan pesat, penemuan penemuan seperti telegram dan mesin-mesin industri, serta pelayaran pelayaran yang akhirnya membuka lahan dan pasar baru, dan peningkatan akumulasi kekayaan yang sanagt besar semuanya adalah akibat dari revolusi kaum borjuis dan sistem kapitalisme. Namun Marx melihat bahwa sistem kapitalisme adalah sebuah sistem yang dekstruktif, dimana revolusi ini akhirnya mengubah gaya, kehidupan dan moda produksi lama ke dalam suatu hl yang benar-benar baru dan berbeda. dinamisme dari kapitalisme akhirnya menghancurkan gaya hidup lama, revolusi dalam perdagangan dan industri akhirnya membuat pola pikir masyarakat pun berubah, dan menciptakan buruh buruh bayaran, dimana berbagai jabatan yang sebelumnya diangap mulia akhirnya hanya sekedar menjadi pekerjaan yang digaji, yang bahkan menjadikan para seniman untuk berseni demi upah gaji.  Marx juga melihat bahwa dalam sistem kapitalisme ini produksi tidak dapat dikontrol, dimana sistem ini adalah sistem yang produksinya tidak terencana, dan pada akhirnya sistem ini hanya akan bertujuan untuk mengakumulasikan kekayaaan, dan mengandalkan terlalu banyak spekulasi untuk menjaga keuntungan dari kaum borjuis, bukan lagi memproduksi barang karena memang barang itu diperlukan oleh masyarakat umum, sehingga yan terjadi adalah akhirnya terlalu banyak industri, terlalu banyak perdagangan, dan akirnya produksi tidak terkontrol, dan melebihi permintaan yang ada, sehingga barang tidak terjual, industri mengalami kerugian, pabrik pabrik ditutup, dan akhirnya para pekerja diberhentikan dari pekerjaannya, sehingga pada akhirnya sistem ini bukan membawa kesejahteraan dan kekayaan bagi semua tapi justru akan menimbulkan bencana ekonomi dan sosial yang mana akan paling dirasakan oleh kaum proletar. Kondisi ini lah yang Marx yakini akan menciptkan revolusi, dimana kaum proletar nantinya akan semaki  dirugikan, dan semakin miskin, sehingga kaum proletar akan semakin melihat kaum borjuis sebagai kaum yang tidak pantas untuk memimpin, sehingga mereka akan bersatu melawan penindasan dan pada akhirnya menciptakan reolusi yang akan menghapuskan kelas, revolusi sosialisme oleh kaum proletar.

Marx dan Engels mengangap bahwa kaum proletar adalah kaum yang unik yang dapat memimpin revolusi dan menjatuhkan kaum borjuis. Dimana kaum proletar yang juga merupakan pekerja merupakan kunci dari revolusi ini, mereka adalah kaum yang bekerja untuk menghasilkan kekayaan dan produk yang ada saat ini, dan pengalaman mereka akhirnya juga membiasakan mereka untuk mengorganisir diri sehingga mampu untuk mengorganisisr sebuah revolusi. Selain itu, kaum proletar merupakan kaum mayoritas, berbeda dengan revolusi revolusi sebelumnya, dimana revolusi dilakukan oleh bagian kaum minoritas yang lain, dan akhirnya hanya menghasilkan kelas pemimpin dari golongan minoritas yang lain, pada revolusi kelas proletar itu tidak akan terjadi, karena begitu revolusi berhasil dilakukan maka seketika itu semuanya berada pada kelas yang sama sehingga kelas-kelas dalam masyarakat pun dapat dihapuskan, dan kepentingan masayrakat mayoritas pun akan tersalurkan dengan baik

Karena itulah dalam tulisan tulisan nya Mrax berusaha mempropagandakan agenda dari komunisme untuk menjadikan kaum proletar sebagai kaum penguasa, karena dengan begitu maka kelas bisa dihapuskan, dan dapat tercipta dunia dimana para pekerja tidak lagi berada dibawah kontrol untuk memuhi kebutuhan orang lain, namun para pekerja dapat mengeksploitasi dirinya sendiri untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri dan sesama kaum proletar lainnya.  Komunisme juga memiliki agenda untuk menghapuskan kepemilikan pribadi, sehingga menjadikannya sebagai kepemilikan bersama, hingga logika yang terbentuk pada kepemilikan bersama adalah mereka yang bekerja akan mendapatkan imbalan sedangkan yang tidak berkerja tidak akan mendapatkan imbalan apapun, berbeda dengan sistem dibawah kapitalisme yang memungkinkan para pemilik modal yang tidak bekerja sama sekali untuk tetap mendapatkan penghasilan. Agenda komunis yang lain adalah untuk menghapuskan nasionalisme, dimana menurut Marx dalam sistem sosialisme nantinya sentiment sentiment nasionalisme tidak lagi relevant karena telah dihapuskanya kepemilikan pribadi, dan semakin menguatkan industri yang akan menjadi tolak ukur standar kehidupan nantinya, sehingga nanti setiap orang berhak untuk menggunakan sumber daya dari wilayah manapun itu berada, dan semuanya akan berada dibawah kontrol dari negara.

Marx juga dalam buku ini membahas tentang kritiknya terhadap beberapa aliran pemikira sosialis yang ada diberbagai belahan Eropa, seperti di Inggris, perancis, Itali, dan Jerman yang dikritik oleh Marx sebagai pemikiran sosialis yang ahistoris ataupun pemikiran sosialis yang utopis karena sebagaian besar tidak praktikal ataupun justru menolak fondasi dasar dari sosialisme untuk mengakui adanya konflik antar kelas, dan pentingnya itu menghapuskan kelas kelas dalam masyarakat dengan memperjuangkan kepentingan dan memperkuat kelas proletar dan menjadikan kelas proletar sebagai kelas revolusioner yang akan menjadi kelas pemimpin. Sehingga Marx mengajak kepada seluruh masyarakat kela sproletar untuk bersama sama komunisme memperjuangkan kepentingan kepentingan dari kaum mayoritas, yaitu kaum proletar dengan terus memperkuat mereka dan mempersenjatai mereka dengan berbagai hal sehingga sampai pada kondisi dimana mereka akan mampu untuk memulai dan memenangkan revolusi mewalan kelas borjuis dan kapitalisme-nya. Mengutip kata penutup dari Marx, “”Let the ruling classes tremble at a Communistic revolution. The proletarians have nothing to lose but their chains. They have a world to win. Working men of all countries, unite!”

by Bara E. Brahmantika

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s