Pragmatisme dan Partai Politik Indonesia

Praktek praktek politik yang bersifat pragmatisme memang marak terjadi di Indonesia, banyaknya partai yang sekarang berebut kekuasaan ternyata tidak menambah corak keberagaman ideologi dari perjuangan kepentingan di perpolitikan Indonesia. Ideologisme partai yang semakin tergerus ini akhirnya mulai mengaburkan garis garis pembeda antara partai yang satu dengan partai yang lain, sehingga sudah semakin sulit untuk membedakan ideologi partai yang satu dengan yang lainnya.

Kondisi ini terlihat jelas pasca pemilu dan reformasi pada tahun 1998, sebelum tahun 1998 dimana hanya ada segilintir partai, dimana jabatan eksekutif dan legislatif didominasi oleh Golkar, partai partai lain menjadi sangat vokal dan kontras dalam praktek politiknya, terlihat jelas waktu itu perbedaan ideologi dan kepentingan yang diperjuangkan dari masing masing partai tersebut, sehingga pemilih bisa dengan mudah membedakan platform dan ideologi kerja masing masing partai. Namun keputusan untuk membuka pintu selebar lebarnya bagai setiap golongan untuk membuat partai dengan persyaratan yang tidak terlalu ketat sesaat setelah reformasi yang dicetuskan oleh Presiden BJ Habibie, akhirnya justru menimbulkan apa yang saya sebut sebagai “party booming” dimana dalam seketika itu puluhan partai baru bermunculan dan mengikuti pemilu secara bersamaan.

Munculnya puluhan partai secara bersamaan ini akhirnya membuat dominasi golkar makin berkurang di jabatan eksekutif maupun legislatif. Dengan tidak ada nya monopoli maupun dominasi satu partai di eksekutif maupun legislatif, check and balance dan share of power segera terjadi, sehingga tidak ada lagi satu partai yang bisa mengeluarkan kebijakan dengan mudah dan tanpa perlawanan yang berarti seperti apa yang terjadi sebelum reformasi tahun 1998. Namun hal tersebut juga membawa dampak buruk pada sistem perpolitikan di Indonesia, perpolitikan Indonesia yang mana menganut sistem multiparty ditingkat legislatif, akhirnya membuat dominasi kekuatan dari partai yang berkuasa tidak lagi ada, sehingga untuk menerapkan sebuah kebijakan, sebuah partai ataupun pemerintah harus mau untuk bernegosiasi dan berlobby dengan partai lain agar memiliki jumlah suara yang cukup untuk membuat kebijakan itu disetujui di tingkat legislatif. Hal ini lah akhirnya membuat praktek dari politik pragmatisme berkembang yang menjadikan ideologi tiap partai semakin kabur dan terlihat sama, pemerintah maupun partai tertentu tidak lagi mampu memperjuangkan ideologinya dikarenakan mereka harus juga mengakomodir kepentingan partai lain di tingkat legislatif, sehingga sering kali sebuah ideologi harus diperjuangkan dalam perebutan dominasi di tingkat legislatif, atau dikorbankan sebagai sebuah bentuk konsesi agar bebarapa kebijakan partai bsa disetujui oleh legislatif dan dapat diterapkan.

Permasalahan lainnya adalah memang pendidikan ideologi yang telah jauh berkurang di zaman sekarang, kader tidak lagi di doktrin atau didik, dan dilatih untuk mengenal ideologi partai dengan baik, banyaknya kader karbitan yang mampu maju menjadi kandidat di pemilu maupun pemilukada yang ternyata baru sangat sebentar menjadi kader, yang mana ia mampu mencalonkan diri dalam pemilu maupun pemilukada hanya dikarenakan dia memiliki modal yang cukup. Kekagalan partai dalam mempertahankan perbedaan ideologi ini juga dikarenakan ketidak mampuan partai dalam menerjemahkan ideologi menjadi sebuah konsep kerja, atau platform yang lebih realistis dan bersifat aplikatif, sehingga partai tidak mampu menerjemahkan ideologinya kedalam sebuah kebijakan ataupun program kerja yang mampu dilihat dan dirasakan langsung oleh para konstituen di lapangan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s