Sekilas Tentang Yeonpyeong Insiden

Yeonpyeong adalah pulau kecil diperbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Pulau Yeonpyeong berpopulasikan nelayan dan petani, dimana pulau ini juga menjadi basis milter dari Korea Selatan, karena pulau ini sangat dekat dengan area DMZ (Demilitarized Zone)  yang menjadi perbatasan kedua negara tersebut.

Pada tanggal 23 November 2010, Korea Utara melancarkan serangan artileri ke pulau Yeongpyeon yang mana adalah teritori dari Korea  Selatan, serangan bombardier artileri kearah pulau tersebut menghancurkan sebagaian infrastruktur pulau, dan menewaskan beberapa rakyat sipil, dan pasukan militer, puluhan orang dikabarkan terluka . Korea Utara menembakkan sekitar 200 artileri berat kearah pulau tersebut, kejadian ini adlah kejadian yang menempatkan tensi diantara kedua pihak memuncak ke level tertinggi semenjak perang Korea berakhir

Korea utara menyatakan serangannya adlah respon dari serangan artileri dari Korea Selatan yang menembakkan artileri ke wilayah perbatasan laut Korea Utara. Walaupun Korea Selatan menampik hal tersebut, bukan hal yang mustahil untuk itu terjadi, karena pada saat itu Korea Selatan sedang mengadakan latihan militer di daerah perbatasan, namun memang tembakan seharusnya tidak di arahkan kepada Korea Utara.

Kronologis kejadiannya bisa dilihat dari tanda-tanda awal permasalahan itu muncul, pada jam 8:20 pagi waktu Korea, pada tanggal 23 November 2010, Korea Utara sudah mengirimkan pesan kabel peringatan kepada pemerintahan Korea Selatan, untuk tidak melakukan latihan  militer di dekat perbatasan.   Pemerintah Korea Selatan mengabaikan pesan tersebut dan tetap memulai latihan militer di pulau Yeongpyeon pada pukul 10 pagi. Beberapa jam setelah latihan dilaksanakan, pada pukul 14.34 siang hari, Korea Utara memulai untuk membombardir Yeonpyeong dengan senjata artileri berat, dan mengancurkan semua yang dihantam oleh artileri tersebut.  Korea Utara berhenti menembakkan senjata 21 menit setelahnya, yaitu pukul 14.55, namun Korea utara melakukan serangan kembali pada pukul 15.12 dan tak berhenti sampai dengan pukul 15.41 waktu setempat.

Setelah serangan terjadi, menteri pertahanan Korea Selatan, Kim Tae-Young dipaksa untuk mengundurkan diri, karena dianggap tidak kompeten, dan kurang tanggap dalam merespon konflik yang sedang terjadi, Tae-Young digantikan oleh Kim Kwan-Jin, yang akahirnya memrintahkan untuk menyerang balik Korea Utara, dengan menembakkan delapan peluru artileri kea rah persenjataan Korea Utara di perbatsan utara dari pulau Yeongpyeon.

Konflik ini menarik perhatian internasional, Amerika Serikat, Jepang, dan Russia segera menghujat provokasi yang dilakukan oleh Korea Utara, namun Cina memilih untuk tidak banyak berkomentar tentang perlakuan tetangganya tersebut.

Perilaku Korea Utara bisa saja disadari oleh motif lain, selain motif pertahanan diri, seperti beberapa asumsi bahwasanya serangan tersebut adalah salah satu cara Kim Jong Il untuk memperkenalkan penggantinya, yaitu anaknya Un, dan sebagai aksi terakhirnya sebelum turun dari jabatannya, dan memberikan impressi bahwasanya Korea Utara akan tetap seperti Korea Utara walaupun telah berganti kepemimpinan, namun ada pula yang mengatakan bahwasanya ini adalah cara dari Kim Jong Il untuk menarik perhatian masyarakat Internasional untuk kembali berdialog dan membrikan bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s